Tugas Pengganti KBM dari Pak Afing


Tugas Kegiatan Belajar Mengajar untuk Pelajaran yang diampu oleh Bpk Ahmad Safingi

Mohon diperhatikan untuk hari dan tanggal pada jadwal kbm yang berlangsung.

Hari/ Tanggal

Jadwal Mengajar

Tugas

Senin, 26-10-15 Jam ke 4 – 7

Kelas XI TEI 1

KK 3 (Menerapkan Sistem Mikroprosesor )

Di Bengkel TEI 2

Membuat dan menjelaskan tiap baris program sederhana untuk mengendalikan lampu LED dengan program Asemmbler dan Simulator TOP VIEW

Program sbb :

$mod51

awal: mov p1,#00011000b

acall tunda

mov p1,#00100100b

acall tunda

mov p1,#01000010b

acall tunda

mov p1,#10000001b

acall tunda

mov p1,#00000000b

acall tunda

mov p1,#10000000b

acall tunda

mov p1,#01000000b

acall tunda

mov p1,#00100000b

acall tunda

mov p1,#00010000b

acall tunda

sjmp awal

tunda: mov R0,#0ffh

tunda1: mov R1,#0ffh

tunda2: djnz R1,tunda2

djnz R0,tunda1

ret

end

Selasa, 27-10-15 Jam ke 3 – 4

Kelas X TKJ 1

DKK04 (Algoritma dan Pemrograman )

Di bengkel TKJ 1

Memanfaatkan Teknologi Informasi untuk Mengenal dan menjelaskan jenis operator dalam pemrograman :

1. Operator Aritmatika

2. Operator Penaikan dan Penurunan

3. Operator Relasional

4. Operator Kondisi

5. Operator Bitwise (manipulasi bit)

6. Operator Logika

7. Operator Majemuk

8. Operator Koma

Di buat rangkuman tertulis di buku dan dipraktikan di computer untuk tiap operator.

Contoh :

Operator Penurunan :

#include <iostream.h>

#include <conio.h>

void main ()

{

Int x,y;

X=8;

Y=15;

Cout<<”***************************”<<endl;

Cout<<” Program Pemakaian Operator “<<endl;

Cout<<”==========================”<<endl;

Cout<<” Nilai X pada awalnya = “<<X<<endl;

Cout<<”Nilai Y pada awalnya = “<<Y<<endl;

++X;

++Y;

Cout<<” Nilai X setelah dinaikan = “<<X<<endl;

Cout<<”Nilai Y setelah dinaikan = “<<Y<<endl;

Cout<<”==========================”<<endl;

return;

}

Selasa, 27-10-15 Jam ke 9 – 12

Kelas XI TITL 2

MMPRTL (Merawat dan Memperbaiki Peralatan

Rumah Tangga Listrik )

Di Bengkel TITL 2

Mengerjakan soal UTS hal 24- 27 di buku. Dikumpulkan setelah selesai.
Rabu, 28-10-15 Jam ke 1 – 4

Kelas XI TEI 2

KK 3 (Menerapkan Sistem Mikroprosesor )

Di Bengkel TEI 2

Membuat dan menjelaskan tiap baris program sederhana untuk mengendalikan lampu LED dengan program Asemmbler dan Simulator TOP VIEW

Program sbb :

$mod51

awal: mov p1,#00011000b

acall tunda

mov p1,#00100100b

acall tunda

mov p1,#01000010b

acall tunda

mov p1,#10000001b

acall tunda

mov p1,#00000000b

acall tunda

mov p1,#10000000b

acall tunda

mov p1,#01000000b

acall tunda

mov p1,#00100000b

acall tunda

mov p1,#00010000b

acall tunda

sjmp awal

tunda: mov R0,#0ffh

tunda1: mov R1,#0ffh

tunda2: djnz R1,tunda2

djnz R0,tunda1

ret

end

Rabu, 28-10-15 Jam 5 – 8

Kelas XI TEI 1

KK 6 (Mengoperasikan Software Aplikasi dan Gambar Desain )

Di Bengkel TEI 2

Melanjutkan praktikum untuk membuat rangakain pelipat ganda energy menggunakan komponen yang ada pada lampu hemat energy yang sudah rusak.
Kamis, 29-10-15 Jam 2 – 5

Kelas XI TEI 2

KK 6 (Mengoperasikan Software Aplikasi dan Gambar Desain )

Di Bengkel TEI 2

Melanjutkan praktikum untuk membuat rangakain pelipat ganda energy menggunakan komponen yang ada pada lampu hemat energy yang sudah rusak.
Kamis, 29-10-15 Jam 6 – 7

Kelas XI TEI 1

KK 5 (Mengoperasikan Software Sistem Operasi )

Di Bengkel TEI 2

Melakukan identifikasi dan pengelompokkan terhadap program – program yang ada di tiap computer atau laptop.

Misal . program Ms Word adalah kelompok program aplikasi untuk mengolah kata atau mengetik dan smadav adalah jenis program utiitas untuk membersihkan computer dari virus.

Jumat, 30-10-15 Jam ke 2 – 3

Kelas X TKJ 2

DKK04 (Algoritma dan Pemrograman )

Di bengkel TKJ 1

Memanfaatkan Teknologi Informasi untuk Mengenal dan menjelaskan jenis operator dalam pemrograman :

1. Operator Aritmatika

2. Operator Penaikan dan Penurunan

3. Operator Relasional

4. Operator Kondisi

5. Operator Bitwise (manipulasi bit)

6. Operator Logika

7. Operator Majemuk

8. Operator Koma

Di buat rangkuman tertulis di buku dan dipraktikan di computer untuk tiap operator.

Contoh :

Operator Penurunan :

#include <iostream.h>

#include <conio.h>

void main ()

{

Int x,y;

X=8;

Y=15;

Cout<<”***************************”<<endl;

Cout<<” Program Pemakaian Operator “<<endl;

Cout<<”==========================”<<endl;

Cout<<” Nilai X pada awalnya = “<<X<<endl;

Cout<<”Nilai Y pada awalnya = “<<Y<<endl;

++X;

++Y;

Cout<<” Nilai X setelah dinaikan = “<<X<<endl;

Cout<<”Nilai Y setelah dinaikan = “<<Y<<endl;

Cout<<”==========================”<<endl;

return;

}

Sampingan | Posted on by | Meninggalkan komentar

Mengenal Bagian bagian Rice Cooker


Cara kerja dan memperbaiki rice cooker

Bagian-bagian kelistrikan rice cooker, yaitu :

Cast Heater
Heater ini menyatu dengan logam. Menghasilkan daya 300-400 watt, tergantung jenis cookernya. Apabila kerusakan pada bagian ini, sudah tidak memungkinkan untuk diperbaiki.

Mica heater / termistor
Heater jenis ini tertutup oleh semacam kertas (mica) yang berfungsi pada waktu warming. Heater ini juga berfungsi sebagai termistor, yaitu tahanan makin besar bila bertambah panasnya. Makin besar tahanan maka tegangan yang masuk berkurang sehingga mengurangi daya panas yang dihasilkan heater. Sehingga mampu mengontrol panas cooker saat warming supaya panasnya tetap di kisaran 70-80 celcius.

Thermostat
Dalam thermostat terdapat magnet dan pegas, pada suhu ruang gaya magnet lebih besar dari gaya pegas. Bagian metal thermostat (bagian yang kontak langsung dengan panci tempat nasi) menyensor panas dari panci apakah panasnya sudah mencapai sekitar 134 derajat celcius. Metal bila terkena panas maka daya magnet berkurang sehingga gaya pegas lebih besar dari gaya magnet. Akibatnya pegas terlepas dari magnet (menjauh) sehingga menekan tuas dan tuas menekan saklar.

Thermal Fuse
Thermal fuse berfungsi memutus arus bila panasnya melebihi kewajaran akibat adanya kerusakan dari rice cooker.

Saklar
saklar berfungsi untuk memindah dari posisi cooking ke warming maupun sebaliknya. Tombol saklar ditekan oleh tuas yang digerakkan otomatis oleh thermostat maupun secara manual melalui tombol panel.

Panel led (lampu)
Terdiri led indikator untuk posisi cooking dan warming.

Cara kerja rice cooker

Cast Heater
Heater ini menyatu dengan logam. Menghasilkan daya 300-400 watt, tergantung jenis cookernya. Apabila kerusakan pada bagian ini, sudah tidak memungkinkan untuk diperbaiki.

Mica heater / termistor
Heater jenis ini tertutup oleh semacam kertas (mica) yang berfungsi pada waktu warming. Heater ini juga berfungsi sebagai termistor, yaitu tahanan makin besar bila bertambah panasnya. Makin besar tahanan maka tegangan yang masuk berkurang sehingga mengurangi daya panas yang dihasilkan heater. Sehingga mampu mengontrol panas cooker saat warming supaya panasnya tetap di kisaran 70-80 celcius.

Thermostat
Dalam thermostat terdapat magnet dan pegas, pada suhu ruang gaya magnet lebih besar dari gaya pegas. Bagian metal thermostat (bagian yang kontak langsung dengan panci tempat nasi) menyensor panas dari panci apakah panasnya sudah mencapai sekitar 134 derajat celcius. Metal bila terkena panas maka daya magnet berkurang sehingga gaya pegas lebih besar dari gaya magnet. Akibatnya pegas terlepas dari magnet (menjauh) sehingga menekan tuas dan tuas menekan saklar.

Thermal Fuse
Thermal fuse berfungsi memutus arus bila panasnya melebihi kewajaran akibat adanya kerusakan dari rice cooker.

Saklar
saklar berfungsi untuk memindah dari posisi cooking ke warming maupun sebaliknya. Tombol saklar ditekan oleh tuas yang digerakkan otomatis oleh thermostat maupun secara manual melalui tombol panel.

Panel led (lampu)
Terdiri led indikator untuk posisi cooking dan warming.

Cara kerja rice cooker

Pada posisi cooking, saklar (swicth) terhubung. Arus listrik dari L langsung ke cast heater dan led cooking. Lampu led cooking menyala, dan cast heater menghasilkan panas secara maksimal. Bila tegangan listrik 220 volt maka cast heater juga mendapat tegangan 220 volt. Pada panas 100 celcius (titik didih air), air dalam panci sudah menguap semua. Panas dilanjutkan hingga pada 134 celcius thermostat trip (pegas lepas dari magnet), selanjutnya menekan tuas dan menggerakkan saklar menjadi off (putus), masuk ke mode warming. Saat warming, arus listrik dari L melalui mica heater (termistor) dan led warming. Tegangan yang keluar dari mica heater kurang dari 25 volt. Posisi warming, cast heater hanya mendapat tegangan kurang dari 25 volt, tegangan yang masuk ke cast heater dikontrol oleh termistor (mica heater) sehingga didapat panas yang stabil (sekitar 70-80 celcius) untuk menjaga nasi tetap hangat.

Untuk memperbaiki kerusakan rice cooker, saya kira sudah mudah bila memahami cara kerjanya.

Semoga bemanfaat

sumber : http://sucilistrik.blogspot.co.id/2013/05/cara-kerja-dan-memperbaiki-rice-cooker.html
Dipublikasi di Komputer | Tag , | Meninggalkan komentar

Mengenal MikroProsesor sebagai otak Komputer


MIKROPROSESROR DAN MIKROKOMPUTER

Materi
• Pengertian Mikroprosesor
• Jenis-jenis Mikroprosesor
• Arsitektur Mikroprosesor
• Sistim Memori
• Antarmuka
• Perancangan dan Pemrograman Mikroprosesor
• Aplikasi Mikroprosesor

BAB I PENGERTIAN MIKROPROSESOR

Terdapat tiga pengertian yang harus dibedakan yakni:
§ Mikroprosesor
§ Mikrokomputer
§ Mikrokontroler

Mikroprosesor

Mikroprosesor adalah suatu chip (IC=Integrated Circuits) yang di dalamnya terkandung rangkaian ALU (Arithmetic-Logic Unit), rangkaian CU (Control Unit) dan register-register. Mikroprosesor disebut juga dengan CPU (Central Processing Unit).

ALU: menyediakan fungsi pengolahan.
CU: mengontrol fungsi prosesor.
Register: tempat penyimpanan sementara dalam mikroprosesor.


Mikrokomputer

Mikrokomputer adalah interkoneksi antara mikroprosesor (CPU) dengan memori utama (main memory) dan antarmuka input-output (I/O interface) yang dilakukan dengan menggunakan sistim interkoneksi bus.
Bus adalah kumpulan konduktor yang membawa sinyal-sinyal: alamat, data dan kontrol.

Sistem Mikrokomputer

Sistim Interkoneksi Bus Pada Mikroprosesor


Bus alamat: kumpulan konduktor yang membawa kode-kode alamat dari mikroprosesor ke unit-unitnya, dan memiliki sifat aliran satu arah.

Bus data: kumpulan konduktor yang membawa kode-kode instruksi atau data dari mikroprosesor ke unit-unitnya atau sebaliknya, dan memiliki sifat aliran dua arah.

Bus kontrol: kumpulan konduktor yang membawa sinyal-sinyal kontrol.

Main Memory


ROM: Read Only Memory (memory yang hanya bisa dibaca).
RAM: Random Access Memory (memory yang dapat dibaca dan ditulisi).

I/O Interface & Peripheral
I/O Interface: bagian/unit dari sistim mikrokomputer yang berfungsi sebagai perantara hubungan antara sistim mikrokomputer dengan “dunia luar” (peripheral).

Peripheral: peralatan- peralatan di luar sistim mikrokomputer yang dapat berhubungan dengan sistim mikrokomputer, antara lain monitor (output), printer (output), keyboard (input), mouse (input).

Mikrokontroler
Mikrokontroler adalah chip yang di dalamnya terkandung sistim interkoneksi antara mikroprosesor, RAM, ROM, I/O interface dan beberapa peripheral.

Mikrokontroler disebut juga On-chip-Peripheral.

BAB II JENIS MIKROPROSESOR

Berdasarkan Atas Dasar Teknologi Bahannya
Mikroprosesor dan keluarga komponen sejenis seperti memori dan rangkaian I/O dibuat dengan berbagai teknologi bahan. Beberapa dari teknologi tersebut adalah TTL (Transistor-Transistor Logic), STTL (Schottky-clamped TTL), LSTTL(Low power STTL), ECL (Emitter Coupled Logic), ILL (Integrated-Injection Logic), PMOS (P-channel Metal Oxide Semiconductor), NMOS (N-channel Metal Oxide Semiconductor), CMOS (Complementary MOS) dan HSCMOS (High Speed CMOS).

Beberapa jenis mikroprosesor berdasarkan atas teknologi bahannya:
Prosesor Teknologi Konsumsi Daya Siklus Perintah
§ INTEL 8008 PMOS 420 mW 10 us
§ INTEL 8085 NMOS 400 mW 1,3 us
§ INTEL 80286 HCMOS 2500 mW 0,1 us
§ RCA 1802C CMOS 400 mW 6,4 us
§ MOTOROLA MC6800 NMOS 600 mW 2,0 us
§ MOTOROLA MC68000 HCMOS 1750 mW 0,08 us
§ MOS Technology 6502 NMOS 250 mW 3,0 us
§ National 32032 HCMOS 1000 mW 0,1 us
§ Zilog Z80 NMOS 400 mW 1,3 us

Prosesor Teknologi Konsumsi Daya Siklus Perintah
INTEL 8008 PMOS 420 mW 10 us
INTEL 8085 NMOS 400 mW 1,3 us
INTEL 80286 HCMOS 2500 mW 0,1 us
RCA 1802C CMOS 400 mW 6,4 us
MOTOROLA MC6800 NMOS 600 mW 2,0 us
MOTOROLA MC68000 HCMOS 1750 mW 0,08 us
MOS Technology 6502 NMOS 250 mW 3,0 us
National 32032 HCMOS 1000 mW 0,1 us
Zilog Z80 NMOS 400 mW 1,3 us

Berdasarkan Atas Lebar Bus Dan Pabrik Pembuatnya
Prosesor Pabrik Lebar Data Teknologi Tahun
§ 4004 INTEL 4-bit PMOS 1971
§ 4040 INTEL 4-bit PMOS 1971
§ PPS-4 Rockwell 4-bit PMOS 1972
§ 8008 INTEL 8-bit PMOS 1972
§ 8080 INTEL 8-bit NMOS 1974
§ F8 Fairchild 8-bit NMOS 1974
§ 6800 Motorola 8-bit NMOS 1974
§ Z80 Zilog 8-bit NMOS 1976
§ 6801 Motorola 8-bit NMOS 1978
§ 6809 Motorola 8-bit NMOS 1978
§ 9900 Texas Inst. 16-bit NMOS 1976
§ 68000 Motorola 16-bit NMOS
§ Z8000 Zilog 16-bit NMOS

Keluarga INTEL Dari Masa Ke Masa
§ INTEL 4004, 1971
Mikroprosesor ini dikeluarkan pada tahun 1971 oleh Intel Corporation, merupakan mikroprosesor pertama di dunia. INTEL 4004 merupakan mikroprosesor 4-bit dengan kecepatan 108 kHz yang terdiri dari 2.300 transistor. Kecepatan pengiriman data mencapai 0,06 MIPS (Mega Instruction Per Second). Mikroprosesor ini hanya bisa menangani lokasi memori 4-bit sebanyak 4096 lokasi. Instruksi yang dapat dilaksanakan hanya 45 buah sehingga hanya dapat diaplikasikan terbatas seperti pada video games dan kontroler- kontroler skala kecil.
§ INTEL 8008, Januari 1972
Merupakan mikroprosesor 8-bit yang mampu melaksanakan 48 instruksi dengan ukuran memori 16 kB (16k x 8-bit). Adanya instruksi tambahan menyebabkan prosesor ini dapat diaplikasikan dalam sejumlah aplikasi yang lebih maju.
§ INTEL 8080, November 1973
Merupakan mikroprosesor modern 8-bit yang pertama dan diperkenalkan pada November 1973. dapat melaksanakan instruksi 10 kali lebih cepat dari 8008.
§ INTEL 8085, 1977
Merupakan versi yang lebih baru dari 8080, diperkenalkan oleh Intel Corporation pada tahun 1977. tidak ada kemajuan yang berarti dari versi ini, menangani jumlah memori yang sama, melaksanakan jumlah instruksi yang sama, kemajuannya hanya pada penambahan 1,3 us kontroler instruksi yang merupakan komponen eksternal dari sistim berdasar 8080.
§ INTEL 8086/8088, 1978
Mikroprosesor 8086 dikeluarkan oleh Intel Corporation pada tahun 1978 dan setahun kemudian 8088. Keduanya merupakan mikroprosesor 16-bit yang melaksanakan instruksi dengan kecepatan sedikitnya 400ns per instruksi dan mampu menangani alamat memori 1 Mbyte. Teknologi prosesor ini merupakan landasan pengembangan bagi prosesor INTEL berikutnya.
§ INTEL 80286/80386/80486
§ INTEL PENTIUM I/II/III/IV

Mesin Berbasis Instruksi 1-Alamat & 2-Alamat
§ Mesin berbasis instruksi 1-alamat
§ Salah satu mikroprosesor jenis ini adalah dari keluarga MOTOROLA.
Contoh: untuk mengisi akumulator dengan bilangan 5 heksadesimal, pada mesin MOTOROLA digunakan instruksi: LDAA #$5

§ Mesin berbasis instruksi 2-alamat
Keluarga INTEL termasuk jenis mesin ini.
Contoh instruksi: MOV AL,5

BAB III ARSITEKTUR MIKROPROSESOR
Arsitektur Mikroprosesor INTEL 8086

§ Prosesor 8086 terbagi menjadi 2 bagian fungsional yang independen, yakni BIU (Bus Interface Unit) dan EU (Execution Unit).
§ BIU berfungsi mengirim kode-kode alamat keluar, mengambil instruksi dari memori dan membaca data dari port dan memori. BIU menangani semua transfer data dan alamat pada bus untuk membantu EU.
§ EU meminta BIU untuk mengambilkan instruksi dan data dari memori, mendekode dan melaksanakan instruksi.

Execution Unit (EU)
§ EU mengandung rangkaian-rangkaian kontrol yang berfungsi mengarahkan operasi-operasi internal.
§ Dekoder pada EU menerjemahkan instruksi-instruksi yang telah diambil dari memori ke dalam urutan aksi.
§ EU memiliki ALU 16-bit dan dapat melakukan penjumlahan, pengurangan, AND, OR, XOR, increment, decrement, complement atau shift bilangan biner.

Execution Unit (EU): Flag Register
§ 8086 memiliki register bendera dengan panjang 16-bit. Dari 16-bit itu terdapat 9 bendera yang aktif.
§ Dari 9 bendera yang aktif, 6 bendera di antaranya (bendera kondisi) digunakan untuk menunjukkan kondisi-kondisi yang dihasilkan oleh pelaksanaan instruksi yakni bendera CF(Carry Flag), PF(Parity Flag), AF(Auxilary carry Flag), ZF(Zero Flag), SF(Sign Flag), OF(Overflow Flag).
§ Sedangkan 3 bendera lainnya (bendera kontrol) digunakan untuk mengendalikan beberapa operasi prosesor. Bendera-bendera kontrol ini berbeda dengan 6 bendera kondisi dalam hal cara set dan reset-nya. Keenam bendera kondisi diset dan direset oleh EU, berdasarkan hasil operasi-operasi aritmatika atau logika, sedangkan 3 bendera kontrol diset dan direset oleh instruksi-instruksi khusus yang ada pada program. Bendera itu adalah TF(Trap Flag), IF(Interrupt Flag) dan DF(Direction Flag).
§ Lokasi bit setiap bendera dalam register bendera:

§ Bendera Carry akan diset (CF=1), jika operasi ALU menghasilkan carry. Contoh:
§ Bendera paritas (Parity Flag) akan diset (PF=1), jika pelaksanaan perintah oleh ALU menghasilkan jumlah bit 1 genap dan reset (PF=0) jika jumlah bit 1 ganjil.
Contoh: Output ALU=01100011, maka PF=1
Output ALU=00101010, maka PF=0
§ Bendera AF (Auxilary carry Flag) akan diset (AF=1), jika penjumlahan bit ketiga menghasilkan carry. Contoh:

§ Bendera Zero akan diset (ZF=1), jika operasi ALU memberikan hasil 0.
§ Bendera Sign akan diset (SF=1), jika pelaksanaan perintah oleh ALU menghasilkan bilangan negatif.
§ Bendera OF (Overflow Flag) akan diset (OF=1), jika terjadi overflow yakni jumlah bit hasil operasi lebih besar dari lebar akumulator. Contoh: jika suatu operasi menghasilkan bilangan dengan panjang 17-bit, sedangkan akumulator 8086 hanya 16-bit, maka bendera OF akan diset.
§ Bendera TF (Trap Flag) digunakan pada mode operasi langkah tunggal (single step atau trace). Jika bendera ini diset, maka pelaksanaan instruksi akan dilakukan langkah demi langkah.
§ Bendera IF digunakan untuk mengijinkan interupsi dari program.
§ Bendera DF digunakan pada operasi string.

Execution Unit (EU): Register Serbaguna (General Purpose Registers)
§ 8086 memiliki 8 buah register serbaguna yakni: AH, AL, BH, BL, CH, CL, DH, DL. Khusus untuk AL dinamakan pula AKUMULATOR.
§ Jika register-register tersebut akan digunakan sebagai register 16-bit, maka pasangan AH dan AL membentuk AX, BH dan BL membentuk BX, CH dan CL membentuk CX serta DH dan DL membentuk DX.

§ AX: merupakan akumulator, sering digunakan untuk menyimpan hasil sementara setelah operasi aritmatika dan logika.
§ BX: sering digunakan sebagai register base untuk menyimpan address base data yang terletak di dalam memori dan juga address base tabel data.
§ CX: dapat digunakan sebagai register count.
§ DX: dapat digunakan sebagai register data.

Bus Interface Unit (BIU): Register Antrian
§ Pada saat EU mendekode atau melaksanakan suatu instruksi, ia tidak perlu menggunakan bus sehingga dapat digunakan oleh BIU untuk mengambil 6 byte instruksi sebagai instruksi berikutnya yang akan dilaksanakan.
§ Instruksi-instruksi tersebut dinamakan prefetched instruction dan oleh BIU disimpan dalam register FIFO (First-In First-Out) yang juga disebut register antrian.
§ Ketika EU siap melaksanakan instruksi berikutnya, ia dengan mudah membaca instruksi-instruksi dari register antrian dalam BIU.
§ Jadi, ketika EU sedang melaksanakan suatu instruksi, bus dapat digunakan oleh BIU untuk menulis dan membaca memori serta mengambil instruksi berikutnya.
§ Teknologi yang memungkinkan pengambilan instruksi berikutnya sambil melaksanakan instruksi yang ada dinamakan pipelining. Berikut adalah contoh perbedaan prosesor 8085 tanpa pipelining dan 8086 dengan pipelining dalam melakukan pengambilan instruksi, pelaksanaan instruksi, operasi read dan operasi write. Nampak bahwa pipelining memberikan tingkat penggunaan bus yang lebih efektif.

Bus Interface Unit (BIU): Register Segmen
§ 8086 mampu mengalamati 220 lokasi memori, sedangkan panjang register IP yang dimilikinya hanya 16-bit.
§ Untuk memperoleh 20-bit sinyal alamat, 8086 menggunakan bantuan register segmen. Gabungan antara register segmen 16-bit dan IP 16-bit akan menghasilkan 20-bit sinyal alamat.
§ 8086 memiliki 4 buah register segmen yakni CS (Code Segment), SS (Stack Segment), ES (Extra Segment) dan DS (Data Segment).
§ Jika suatu register segmen berisi kode misalnya CS berisi 348A, maka CS dianggap memiliki alamat awal 348A0. BIU secara otomatis akan menambahkan angka 0 di belakang isi segmen. Setiap segmen menempati 64 Kbyte memori dan dapat ditempatkan di mana saja di dalam ruang alamat 1 Mbyte.
§ Contoh penempatan alamat segmen pada memori 8086:

§ IP berisi instruksi berikutnya yang akan diambil. Alamat fisik yang dihasilkan BIU diperoleh dengan cara seperti di bawah.

§ Bagian awal alamat segmen yang tersimpan di dalam register segmen dinamakan segment base, dalam contoh 348A adalah segment base yang tersimpan dalam CS.
§ Isi IP merupakan offset atau jarak (displacement) antara alamat awal segmen dengan alamat fisik yang dihasilkan. Pada contoh, IP=4214 berarti merupakan jarak antara 3480A0 (alamat awal segmen) s.d. 384B4 (alamat fisik).

Register Stack Pointer (SP)
§ Stack adalah bagian memori yang digunakan untuk menyimpan alamat dan data selama subprogram dilaksanakan. Jika subprogram selesai dilaksanakan, isi stack dikembalikan ke lokasi semula, yakni IP dan akumulator.
§ SP merupakan register yang berisi offset 16-bit yang menghasilkan alamat fisik teratas dari memori stack. Untuk membangkitkan alamat fisik 20-bit, SP memerlukan bantuan register SS (Stack Segment).

Register Index & Pointer
§ Kecuali SP, EU pada 8086 juga memilki Register Base Point (BP) 16-bit dan juga register index SI(Source Index) 16-bit dan DI (Destination Index) 16-bit.
§ Walaupun BP,SI dan DI dapat digunakan sebagai penyimpanan sementara dari data seperti halnya pada register serbaguna, namun penggunaan utama mereka adalah menyediakan offset 16-bit dari data untuk suatu segmen base. Contoh: alamat fisik data pada memori akan dibangkitkan dengan menambah isi SI dengan alamat segmen base yang direpresentasikan oleh bilangan 16-bit dalam register DS.

sumber : http://rovinus.blogspot.co.id/

Sampingan | Posted on by | Meninggalkan komentar

Modul Belajar Algoritma dan Pemrograma DKK 04 Jurusan TKJ


Silahkan download Modul belajar DKK.04 (Algoritma dan Pemrograman) untuk Jurusan TKJ SMKN 2 Bawang.
Materi yang perlu untuk dipelajari adalah :
1. Algoritma (hal 52 – 60 )
2. Pemrograman (hal 28-45, hal 47-50, hal 89-101)

Buku Bahasa Pemrograman Lengkap

Sampingan | Posted on by | Meninggalkan komentar

Bahasa C untuk Kendali Lampu LED Berjalan


/*****************************************************

This program was produced by the

CodeWizardAVR V1.25.3 Professional

Automatic Program Generator

© Copyright 1998-2007 Pavel Haiduc, HP InfoTech s.r.l.

.http://www.hpinfotech.com.

Project :

Version :

Date   : 30/01/2015

Author : F4CG

Company : F4CG

Comments:

Chip type           : ATmega8

Program type       : Application

Clock frequency     : 1,000000 MHz

Memory model       : Small

External SRAM size : 0

Data Stack size     : 256

*****************************************************/

#include <mega8.h>

#include <delay.h>

// Declare your global variables here

void main(void)

{

// Declare your local variables here

// Input/Output Ports initialization

// Port B initialization

// Func7=In Func6=In Func5=In Func4=In Func3=In Func2=In Func1=In Func0=In

// State7=T State6=T State5=T State4=T State3=T State2=T State1=T State0=T

PORTB=0x00;

DDRB=0x00;

// Port C initialization

// Func6=In Func5=In Func4=In Func3=In Func2=In Func1=In Func0=In

// State6=T State5=T State4=T State3=T State2=T State1=T State0=T

PORTC=0x00;

DDRC=0x00;

// Port D initialization

// Func7=Out Func6=Out Func5=Out Func4=Out Func3=Out Func2=Out Func1=Out Func0=Out

// State7=1 State6=1 State5=1 State4=1 State3=1 State2=1 State1=1 State0=1

PORTD=0xFF;

DDRD=0xFF;

// Timer/Counter 0 initialization

// Clock source: System Clock

// Clock value: Timer 0 Stopped

TCCR0=0x00;

TCNT0=0x00;

// Timer/Counter 1 initialization

// Clock source: System Clock

// Clock value: Timer 1 Stopped

// Mode: Normal top=FFFFh

// OC1A output: Discon.

// OC1B output: Discon.

// Noise Canceler: Off

// Input Capture on Falling Edge

// Timer 1 Overflow Interrupt: Off

// Input Capture Interrupt: Off

// Compare A Match Interrupt: Off

// Compare B Match Interrupt: Off

TCCR1A=0x00;

TCCR1B=0x00;

TCNT1H=0x00;

TCNT1L=0x00;

ICR1H=0x00;

ICR1L=0x00;

OCR1AH=0x00;

OCR1AL=0x00;

OCR1BH=0x00;

OCR1BL=0x00;

// Timer/Counter 2 initialization

// Clock source: System Clock

// Clock value: Timer 2 Stopped

// Mode: Normal top=FFh

// OC2 output: Disconnected

ASSR=0x00;

TCCR2=0x00;

TCNT2=0x00;

OCR2=0x00;

// External Interrupt(s) initialization

// INT0: Off

// INT1: Off

MCUCR=0x00;

// Timer(s)/Counter(s) Interrupt(s) initialization

TIMSK=0x00;

// Analog Comparator initialization

// Analog Comparator: Off

// Analog Comparator Input Capture by Timer/Counter 1: Off

ACSR=0x80;

SFIOR=0x00;

while (1)

{

// Place your code here

PORTD = 0b10000001;

delay_ms(500);

PORTD = 0b01000010;

delay_ms(500);

PORTD = 0b00100100;

delay_ms(500);

PORTD = 0b00011000;

delay_ms(500);

PORTD = 0b00000000;

delay_ms(500);

PORTD = 0b00011000;

delay_ms(500);

PORTD = 0b00100100;

delay_ms(500);

PORTD = 0b01000010;

delay_ms(500);

PORTD = 0b1000001;

delay_ms(500);

PORTD = 0b00000000;

delay_ms(500);

PORTD = 0b11111111;

delay_ms(500);

};

}

Dipublikasi di Elektronika Industri, Mikrocontroller | Tag , | Meninggalkan komentar

Tugas Terstruktur kelas 11 RPL 1 dan 11 RPL 2


Sebagai pengganti KBM (kegiatan belajar mengajar)  pada hari Sabtu, 10 Januari 2014 untuk siswa jurusan RPL, berikut adalah tugas mandiri yang harus dikerjakan di buku masing masing.

1.  Jika anda sudah mengerjakan tugas, segera mention twitter  ke @AhmadSafingi

2.  Gambarkan secara detail  tampilan Facebook, Gmail dan twitter. (login dan proses)

3. Jelaskan :

  • Tujuan dan manfaat desain antar muka
  • Prinsip desain antar muka
  • Interaksi pengguna
  • Penyajian informasi
  • Perancangan user interface
Dipublikasi di Komputer | Meninggalkan komentar

Panduan Praktikum Membangun PC Router dengan Mikrotik


A. Tujuan :

Menjadikan PC sebagai router untuk menghubungkan dua buah jaringan (network) yang berbeda agar tetap bisa berkomunikasi.

B. Alat dan Bahan :

1. PC untuk Router 1 buah, dengan 2 buah NIC, Os Mikrotik

2. Pc untuk clien 1 buah, dengan 1 buah NIC, Os Windows/ Linux.

3. Pc untuk internet 1 buah, dengan 1 buah NIC,Os Windows/Linux.

C. Langkah Kerja :

1. Siapkan 1 unit PC yang akan dijadikan sebagai Router.

2. Masukan CD Os Mikrotik kedalam CDROM lalu hidupkan PC.

3. Hidupkan PC lalu jalankan proses instalasi Mikrotik.

4. Muncul menu instalasi. untuk menginstal semua paket, tekan ‘a’ atau pilih paket instalasi dengan menekana tombol ‘space bar’ pada keyboard.

5. tekan huruf ‘i’ untuk menginstal paket – paket aplikasi pada Mikrotik.

6. Cek ip address mikrotik dengan perintah  #ip address print.

7. Jika sudah ada Ip address, maka dapat kita hapus dengan perintah #ip address remove number =0

8. isi ip address pada NIC yang pertama dengan perintah #ip address add address 200.200.200.200/24 interface=ether1

9. Isi ip address pada NIC yang kedua dengan perintah #ip address add address 192.168.1.1/24 interface=ether2.

10. cek hasil konfigurasi ip address apakah sudah sesuai apa belum dengan perintah #ip address print

11. isi ip address gateway dengan perintah #ip route add gateway=200.200.200.200

12. isi ip dns dengan perintah #ip dns set server =200.200.200.200,192.168.1.1 allow-remote-requests=yes

13. Lanjutkan dengan konfigurasi pada pc client (lokal) dan pc internet.

14. isi ip address pada pc client dengan mengacu pada alamat jaringan dari ether2 dengan berbeda ipnya. misal 192.168.1.10/24 dengan isi gateway ip adddres sesuai ip adddres pada ether2. untuk Dns isi sesuai dengan ip pada ether2 sebagai dns pertama dan ether1 sebagai dns kedua.

15. Lanjutkan dengan konfigurasi pada pc internet.

16. isi ip address pc internet sesuai dengan alamat jaringan pada ether1 routernya. misal 200.200.200.254 dan untuk gateway sesuai dengan ip ether1.

D. Pengujian dan Hasil

Jika sudah selesai dalam  konfigurasi maka  lanjutkan dengan langkah – langkah pengujian dengan menggunakan perintah ‘ping’  dari semua sisi dan catat hasilnya:

a. uji koneksi dari router ke pc lokal dan pc internet. jika berhasil lanjutkan. Jika belum berhasil cek kembali masing – masing NIC sudah sesuai atau belum. cek juga ip addressnya.

b. uji koneksi dari pc lokal ke router pada ether2, ether1 dan ke pc internet.

c. uji koneksi dari pc internet kep ether1, ether2 dan pc lokal.

d. jika sudah berhasil semua segera buat laporan secara presentasi dan beri kesimpulan dari sistem kerja router yang sudah dibuat.

Untuk melihat video tutorial bisa klik ini .

Dipublikasi di Komputer | Tag , | Meninggalkan komentar