Menjadi Siswa yang Jujur itu “MULIA”


Pagi ini kebetulan saya mendapatkan tugas mengajar di  kelas 12 TKJ 2 untuk memberikan pelajaran “Melakukan Perbaikan Konektivitas Jaringan WAN”. Seperti biasa sebelum pelajaran kami melakukan tahapan pra pembelajaran dengan cara berdoa, Salam, mengabsen, lalu memberikan tawaran pilihan “Kita langsung masuk pelajaran inti atau cerita? Sepontan anak – anak menjawab dengan suara serempak “Cerita dulu pak..”.

Baik, bapak akan bercerita tentang “Siapa yang berani Jujur, maka akan menjadi orang yang MULIA dan diangkat DERAJATnya”. “Apakah kalian siap menjadi orang Jujur” tanya saya.”Siap…Pak” begitu jawaban anak anak dengan kompak.

Cerita saya mulai dengan kisah Kejujuran Tukang Susu pada Jaman Khalifah Umar Bin Khotob. Dahulu pada jaman Umar Bin Khotob menjadi Khalifah, yaitu pemimpin sejumlah Negara atau Kerajaan yang meliputi dari wilayah Asia sampai Eropa, Umar senang sekali dengan kegiatan TURBA atau turun kebawah secara langsung untuk melihat – lihat kondisi dan keadaan rakyatnya. Beliau sangat perhatian sekali dengan nasib rakyatnya. Ia ingin memastikan mengetahui kabar langsung kondisi rakyatnya dan segera memberikan solusinya. Prinsip yang dipegang oleh Umar Bin Khotob adalah jika ada rakyatnya yang kelaparan bagaimana Ia akan mempertanggunjawabkan di hadapan ALLOH SWT kelak. Soal jalan raya, Ia juga sangat konsen dan memastikan setiap jalan harus Rata dan tidak boleh sampai berlubang. Ia berpendapat, jangan sampai ada jalan yang rusak dan berlubang, karena jika ada seekor keledai yang jatuh di jalan lalu mati, Umar sudah sangat takut mempertanggungjawabkan di hadapan Alloh SWT. Bagaimana dengan pemimpin – pemimpin kita? Bupati, Gubernur atau Presiden kita sudah mencontoh Khalifah Umar Bin Khotob? semoga mereka bisa mencontoh gaya kepemimpinan Umar bin Khotob.

Nah lanjut kepada TURBA atau Blusukan ala Umar Bin Khotob yang ikhlas tanpa pamrih, yaitu dengan keliling ke seluruh wilayah secara sembunyi – sembunyi pada waktu pukul 02.00 dini hari sehingga tidak perlu di depan kamera TV supaya di liput Media, tidak… tetapi bener – bener blusukan yang nyata untuk menemukan informasi nyata dan jika ada masalah segera di carikan solusinya.

Suatu ketika saat blusukan terasa lelah, Beliau istirahat sambil bersandar pada rumah salah seorang penduduk sambil mendengarkan dialog yang terjadi pada ibu dan anak penjual susu.

Ibu = Nak, Susunya di campur air saja ya biar jadi lebih banyak sehingga keuntungan bisa lebih banyak.

Anaknya = Jangan bu… kata khalifah Umar, kita tidak boleh mencampurkan susu dengan air.

Ibu = Nak… Khalifah Umar tidak mungkin tahu kalau kita mencampurkan susu dengan air.

Anak = Benar bu… Khalifah Umar memang tidak akan tahu.. tapi Tuhannya Umar yakni ALLOH SWT kan MAHA TAHU…

singkat cerita.. Khalifah Umar Bin Khotob mendengar kejujuran seorang anak putri sangat terharu dan kagum.. masih ada anak yang begitu JUJUR.Iapun bergegas pulang kerumah, dan sebelum pulang Ia memberi tanda pada rumah tersebut agar saatnya dicari akan mudah ditemukan.

Dirumah Beliau mengumpulkan seluruh anaknya, kemudian menanyakan kepada anak – anaknya.”Siapa diantara kalian yang sudah siap menikah?”.” Saya Pak !” jawab salah seorang putranya.

Beliau kemudian mengatakan, silahkan kamu datang kerumah di suatu tempat yang ada tanda khusus pada rumahnya. Temui orang tuanya dan lamarlah anaknya. Demikianlah proses pernikahan orang yang JUJUR, sangat mudah, tidak pakai metode pacaran, dan dengan cara yang tidak ribet. Pernikahan yang berasal dari ketaqwaan yang berbuah KARAKTER JUJUR telah melahirkan generasi keluarga yang sholeh. Dari keluarga yang sholeh, lahirlah seorang PUTRA yang sholeh yang bernama UMAR BIN ABDUL AZIZ. Umar Bin Abdul Aziz adalah kholifah yang kelima yang merupakan cicit dari UMAR BIN KHOTOB yang hanya berkuasa selama 2 tahun dengan prestasi gemilang yang dicatat dalam tinta emas telah menjadikan sebuah ke khalifahan atau persekutuan beberapa Negara atau Kerajaan yang rakyatnya penuh dengan kemakmuran dan keadilan. Makmur karena tidak ada lagi orang yang kelaparan dan tidak ada lagi orang miskin. Bagaimana buktinya?? Buktinya adalah ketika akan dilakukan pembagian zakat atau sedekah, tidak ada satupun rakyatnya yang mau menerima dana zakat. Sangat berbeda dengan INDONESIA, sudah merdeka 63tahun, sudah ganti presiden berkali kali tapi saat pembagian BLT atau BLSM atau pembagian Zakat dan Sodakoh orang – orang harus berebut dan bahkan sampai menimbulkan korban meninggal dunia. INNA LILLAHI WA INNAI ILAIHI ROJI’UN. Akhirnya saya berharap, semua siswa Indonesia menjadi pribadi yang berTAQWA yang membuahkan KARAKTER JUJUR. Yang pada akhirnya akan menjadi jalan lahirnya NEGARA INDONESIA YANG MAMUR DALAM KEADILAN dan ADIL DALAM KEMAKMURAN. Amin Ya Robbal’alamin.

HIKMAH :

Pribadi yang JUJUR yaitu tidak mencampurkan perkara yang Hak dan yang Batil. Misal seorang pelajar yang benar – benar bekerja secara MANDIRI dan SUNGGUH – SUNGGUH BELAJAR dalam mengerjakan soal tes dan ujian, dan BERKOMITMEN tidak akan pernah MENYONTEK merupakan sebuah PERBUATAN JUJUR.

Diangkaat derajatnya yaitu menjadi menantu Khalifah Umar Bin Khotob, melahirkan keluarga yang sholeh dan menghasilkan generasi sholeh yang prestasinya DUNIA AKHERAT DAN DICATAT DALAM TINTA EMAS. Dan INSYAALLOH kelak akan dimasukan kedalam SYURGA. Amin.

Tentang afing

Pecinta Blog sebagai bahan untuk berbagi ilmu, pengalaman dan juga untuk menambah teman.
Pos ini dipublikasikan di Komputer. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s