Contoh2 soal cpns 2010


TES PERSAMAAN KATA (SINONIM)

TES LAWAN KATA (ANTONIM)

TES PADANAN HUBUNGAN KATA (ANALOGI) TES POLA BILANGAN/ DERET HITUNG (SERIES) TES HITUNGAN BIASA (ARITMATIKA)

TES ABSTRAKSI BERHITUNG/ LOGIKA BILANGAN TES LOGIKA KUANTITATIF (PENALARAN) TES PENARIKAN KESIMPULAN (SILOGISME) SOAL-SOAL TAMBAHAN (SUPLEMEN):

BAHASA INDONESIA

PANCASILA

TATA NEGARA

SEJARAH INDONESIA

KEBIJAKSANAAN PEMERINTAH

——————–

Contoh Sinonim atau padanan kata atau mempunyai arti yang sama
ELABORASI    = penjelasan terperinci
KONVENSI    = kesepakatan
APORISMA    = maksimal
DEHIDRASI    = kehilangan cairan tubuh
PORTO        = biaya
SEREBRUM    = otak besar
MOBILITAS    = gerak
BONAFIDE    = dapat dipercaya
SINE QUA NON    = harus ada
KLEPTOFOBIA    = takut kecurian
KOLUSI        = kongkalikong
EKAMATRA    = fisika

———————-
Antonim atau Lawan Kata dan car lawan kata yang lain
NOMADIK        >< menetap
ANTI PATI    >< simpati
KHAS        >< umum
IBU        >< anak
MUSKIL        >< mungkin
VOKAL        >< konsonan
SPORADIS    >< jarang
SEKULER        >< keagamaan
RAWAN        >< aman
AMATIR        >< ka m pi un
ABSURD        >< masuk akal
ANGGARA        >< sen gsa ra
PROMINEN    >< biasa
CANGGIH        >< sederhana
KONKAF        >< konveks
PERINTIS    >< pewa ris
TINGGI        >< rend a h
GEGAI        >< kuat
TETI RAN    >< asli
EKSPRESI    >< impresi
TEKS        >< konteks
TAKZIM        >< acuh

—–
Sebenarnya Tes Sinonim dan Antonim adalah untuk men gukur seberapa luas

wawasan seseorang. Orang yang men genali ban yak kata biasanya adalah

orang yang rajin membaca, terutama kata¬kata yang berasal dari disiplin

ilmu yang beragam. Tips yang kami berikan di atas adalah berdasarkan

pen galaman men gerjakan soal¬soal psikotes, serta berfungsi untuk

meminimalkan kesalahan. Bagaimanapun, jelas tidak mungkin bahwa kami

dapat dengan segera men gubah seseorang menjadi cerdas dengan paham

berbagai jenis kata. Namun anda tidak perlu berkecil hati. Kemampuan

ini biasanya dimiliki secara rata-rata oleh peserta ujian. Jika anda in

gin menambah perbendaharaan kata yang belum anda ketahui,

sering-seringlah untuk membuka Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). .
———-
TES PADANAN HUBUNGAN KATA (ANALOGI)
Yang paling penting dalam menghadapi soal semacam ini adalah menemukan

kata kunci atau hubungan KHUSUS/ UNIK dari dua atau lebih kata yang

diberikan.
Semakin KHUSUS atau SPESIFIK, maka akan semakin mudah untuk menemukan

hubungan yang paling sesuai. Jika hubungan bersifat terlalu umum, maka

alaternatif jawaban biasanya masih sulit untuk ditentukan yang paling

tepat. Contoh:
KAKA TUA : MERPATI.
Jika kita menentukan bahwa hubungannya adalah SAMA¬SAMA BINATANG, maka

itu masih bersifat terlalu umum. Artinya, jika ada pilihan jawaban

gajah:semut, elang:kupu¬kupu, gurame:kakap, dsb maka semua bisa benar

karena mereka sama-sama binatang. Tapi cobalah anda pilih hubungan yang

lebih khusus, misalnya kaka tua:merpati adalah sama-sama burung, maka

jawaban yang tepat adalah gurame:kakap yaitu sama-sama ikan.
——
Jika telah menemukan hubungan kata tetapi masih bingung, maka buatlah

kata-kata tersebut menjadi sebuah kalimat dengan menggunakan hubungan

analogi yang ada.
Hubungan kata harus mempunyai urutan yang sejalan/ searah dengan soal.
Misalnya: KAKI : SEPATU
a.    Cat    : Kuas
b.    Meja    : Ruangan
c.    Telinga    : Anting
d.    Cincin    : Jari
e.    Topi    : Kepala
sepatu dikenakan di kaki (urutannya sepatu dulu baru kaki). Jika anda

mencari jawaban, maka urutannya juga harus dari belakang. Anda tidak

boleh memilih ‘cincin dikenakan di jari’, karena urutannya terbalik.

Maka yang benar adalah anting dikenakan di telinga.
1.    KAKA TUA : MERPATI    (kelompok burung)
•    ¾ Gurame : Kakap (kelompok ikan)
2.    BELAJAR : PANDAI    (agar pandai harus banyak belajar)
•    ¾ Berpikir    : Arif (agar arif harus banyak berpikir)
3.    KAMPUNG : SAWAH
(sawah hanya sering dijumpai di kampung )
•    ¾ Kota    : Gedung
(gedung hanya sering dijumpai di kota)
4.    JANJI : BUKTI    (janji harus disertai/ perlu bukti)
•    ¾ Ucapan: Tindakan (ucapan harus disertai tindakan)
5.    SUNGAI : JEMBATAN
(agar bisa melewati sungai, harus mencari jembatan)
•    ¾ Masalah    : Jalan Keluar
(agar bisa melalui mesalah, harus mencari jalan keluar)
MATAHARI : TERANG
(ada matahari menjadikan terang)
•    ¾ Api    : Panas
(ada api menjadikan panas)
7. UMUM : LAZIM    (umum sama artinya dengan lazim)
•    ¾ Langsing    : Ramping (langsing juga berarti ramping)
8. SISWA : BELAJAR    (siswa tugas utamanya belajar)
•    ¾ Ilmuwan    : Meneliti
(ilmuwan tugas pokoknya meneliti)
9. AIR : ES (air didinginkan menjadi es) Uap : …
•    ¾ Air    (uap didinginkan menjadi air)
10. APOTEKER : OBAT    (apoteker membuat resep obat)
•    ¾ Koki    : Masakan (koki membuat resep masakan)
11. PILOT : PESAWAT    (pilot mengemudikan pesawat)
•    ¾ Supir    : Mobil    (sopir mengemudikan mobil)
12. GELOMBANG : OMBAK
(gelombang besar, jika kecil disebut ombak)
•    ¾ Gunung    : Bukit
(gunung besar, yang lebih kecil namanya bukit)
13. DESIBEL : SUARA    (desibel adalah satuan suara)
•    ¾ Volt    : Listrik    (volt adalah satuan listrik)
14. KOSONG : HAMPA    (kosong bersinonim dengan hampa)
•    ¾ Cair    : Encer (cair sinonimnya encer)
15. SUAP : POLITIK    (dalam politik dilarang suap)
•    ¾ Contek : Ujian    (dalam ujian dilarang contek)
16. SARUNG TANGAN    : PETINJU
(sarung tangan digunakan secara khusus oleh petinju) Mikroskop    : …
•    ¾ Bakteriolog
(mikroskop digunakan secara khusus oleh bakteriolog)
————————————————————-
TES POLA BILANGAN/ DERET HITUNG (SERIES)
Pola bilangan dapat ditebak jika telah ada minimal dua pola sebelum

atau sesudahnya.
Pola bilangan dapat berupa penjumlahan, pengurangan, perkalian,

pembagian, pengakaran, pengkuadratan, atau gabungan dari beberapa

operasi tersebut.
Langkah awal mencari pola/ irama suatu deret adalah dengan

memperhatikan perubahan dari satu bilangan ke bilangan
yang lain kemudian ditentukan apakah aturan operasi tersebut berlaku

untuk seluruh deret atau tidak.
Semakin sering anda mengerjakan soal pola bilangan, maka anda akan

semakin mahir dan mampu mengerjakan semakin cepat dari waktu ke waktu.

Karena itu, ada baiknya anda mencoba juga soal-soal lain dengan metode

yang kami berikan di sini.

1.    342 POLA: ditambah 111.
2.    16 32 POLA: dikali 2.
3.    31 63
POLA: ditambah 4, ditambah 8, ditambah 16, ditambah 32, d st.
4.    5    8 POLA: 2 bilangan sebelumnya dijumlahkan (deret

Fibonacci).
—————————————
Ingat beberapa ATURAN DASAR dalam Aritmatika!
•    ¾Urutan operasi yang didahulukan adalah sbb:
o    Tanda kurung
o    Pangkat/ akar
o    Kali/ bagi
o    Tambah/ kurang
•    Penjumlahan/ pengurangan pecahan harus dengan menyamakan

penyebut terlebih dahulu.
Misal: ½ + ¼ = 2/4 + ¼ = ¾
•    Pembagian dengan pecahan adalah sama dengan dikalikan dengan

kebalikan dari pecahan pengali (pembilang dan penyebut di balik).
Misal: ½ : 1/8= ½ x 8/1 = 4
TIPS dan TRIK :
Dalam mencari hasil akhir anda TIDAK HARUS menemukan secara teliti/

detail. Sebagian besar jawaban bisa dicari dengan cara mencari nilai

pendekatan. Carilah pendekatan ke bilangan yang bulat atau lebih mudah

dihitung!
Jadi jangan mempersulit diri!
•    Mencari nilai pendekatan juga bisa anda lakukan dengan melihat

ekor bilangan (angka pada posisi paling akhir dari hasil perhitungan).

Pahami atau hafalkan beberapa bentuk % berikut:
1/3    33,33 %
2/3    66,67 %
1/6    16,67 %
5/6    83,33 %
1/8    12,5 %
3/8    37,5 %
5/8    62,5 %
7/8    87,5 %
3/4    75 %
Menguasai 9 bentuk tersebut, akan sangat membantu dalam penyelesaian

soal karena bilangan-bilangan tersebut sering keluar dalam soal-soal.
—————
TES HITUNGAN BIASA (ARITMATIKA)
1.    2,20 x 0,75 + 3/5 : 1/8 = …
Pikir yang mudah, jangan yang sulit-sulit!
Ingat, anda tidak harus menyelesaikan dengan hasil yang teliti! Cari

nilai pendekatan, 2 x 0,75 = 1,5
Ingat bahwa pembagian dengan pecahan sama dengan perkalian dengan

pembilang dan penyebut dibalik, sehingga menjadi 3/5 x 8/1 = 24/5 = 4,


Maka 1,5 + 4, … = 5,5 lebih. Sehingga jawaban yang paling mendekati

adalah 5,9.    [e]
2.    7,5 : 2,5 – (2/4 x ¾) = …
75 : 25 = 3.
½ x ¾ = 3/8.
3 – 3/8 adalah 3 kurang atau mendekati 3. Jadi jawabannya adalah 2,625.

[d]
3.    4/5 + 3/5 + 3/8 + 6/8 + 1 ½ = …
4/5 + 3/5 = 7/5 = 1,4
3/8 + 6/8 = 9/8 = 1,125
Jadi 1,4 + 1,125 + 1,5 = 4,025    [a]
4.    (¼ x 164) x ½ = …
164:4 = 40 lebih    (160:4=40)
40 lebih : 2 = 20 lebih
Maka jawaban yang benar adalah 20,50. [a]
Perhatian: Anda tentu saja dapat menemukan hasil dengan cara biasa yang

sederhana, sbb:
Misalnya 164:4 = 41 kemudian 41:2 = 20,5.
Namun disini anda kami ajak berpikir yang simpel-simpel saja. Sehingga

nantinya kami harapkan anda tidak memiliki beban sama sekali dalam

mengerjakan soal Aritmatika.
Ketika anda ditanya mana yang lebih mudah antara
menghitung 160:4 dengan 164:4 ? Maka pastilah secara reflek otak anda

akan lebih mudah untuk menghitung 160:4.
Jika telah terbiasa, maka otak anda akan membentuk pola pikir sederhana

dalam menganalisa setiap soal yang diberikan. Dan jika itu telah

terbentuk, maka soal-soal Aritmatika hanya perlu anda selesaikan dalam

hitungan detik!
Just thinking simple then everything will be simple! –
5.    2 ¼ x 7,5 – 7,5 : 1 ½ = …
2 x 7,5 = 15, maka 2 ¼ x 7,5 = 15 lebih.
1 ½ = 3/2 maka 7,5 : 3/2 = 7,5 x 2/3 = 5
Sehingga 15 lebih – 5 = 10 lebih.
Maka jawaban yang paling mendekati adalah 11,875 [d]
6.    1 + 2 + 3 + 4 + 5 +     +29 =
Ada 2 cara sederhana,
Cara pertama:
Buatlah pasangan jumlahan yang mudah dihitung sbb

(1+29)+(2+28)+(3+27)+. ..(14+16)
= 30 x 14
= 420.
Karena ini adalah jumlahan ganjil, maka ada bilangan tengah yang belum

dapat pasangan yaitu 15.
Maka hasil akhir adalah 420 + 15 = 435
(Lain kali jika muncul soal jumlahan genap, maka semua bilangan

mendapat pasangan jumlahan).
Cara kedua:
Ini termasuk kategori soal jumlahan bilangan asli.
Jumlah N pertama bilangan asli mempunyai rumus:
½N x (N+1).
Pada soal di atas N=29, maka
(29/2) x (29+ 1)
= 29/2 x 30
= 29 x 15
= 435.
Dan seperti biasa, anda tidak perlu menghitung 15 x 29. Mengapa? Jelas

bikin pusing! Apalagi anda agak malas menghitung yang rumit-rumit?!
Benar! Pikirkan saja 15 x 30 = 450. Maka jawaban yang paling mendekati

tentu saja adalah 435.    [a]
Dengan cara kedua ini, anda bisa menghitung untuk N berapapun. Misalnya

suatu saat anda diminta menghitung berapakah 1 + 2 + 3 + … + 1000 ?
Di sini nilai N=1000, maka dengan rumus tersebut
500 x 1001 = 500.500
Mudah bukan?
———————–
7.    12 + 22 + 32 + 42 + 52 +     + 92 =
Soal seperti ini paling simpel dikerjakan dengan cara hitungan biasa.
12 + 22 +     + 92
= 1 + 4 + 9 + 16 + 25 +36 + 49 +64+ 81
= (1+49)+(4+36)+(9+81)+(16+64)+25    (*)
= 50+40+90+80+25
= 285    [b]
Meskipun sebenarnya ada rumus untuk menghitung jumlahan bilangan

kuadrat, namun tidak kami berikan di sini. Sebab jika anda terlalu

banyak menghafal rumus, efeknya akan kurang bagus. Apalagi rumusnya

sedikit rumit, tentu anda akan terbebani. Berdasarkan pengalaman,

soal-soal yang selama ini keluar tidak harus dikerjakan dengan rumus.

Dan memang seperti itulah PSIKOTES, tes yang apa adanya…
(*) Langkah pengerjaan dengan pengelompokan seperti ini akan lebih

memudahkan penghitungan. Caranya adalah dengan mencari kelompok

bilangan yang jika dijumlahkan akan menjadi bentuk puluhan. Kemudian

bilangan yang telah anda kelompokkan dicoret agar anda tidak bingung.
Misalnya untuk langkah di atas bila ditulis:
= 1 + 4 + 9 + 16 + 25 +36 + 49 +64+ 81
= (1+49)+(4+36)+(9+…dst
8.    Jika a=5 dan b=2, maka nilai dari a3 – 3a2b + 3ab2 – b3 =
Bagi mereka yang belum mengenal rumus (a – b)3, maka soal tersebut bisa

diselesaikan dengan cara memasukkan langsung masing-masing nilai a dan

b. Sehingga diperoleh:
53 – 3x52x2 + 3x5x22 – 23
= 125 – 150 + 60 – 8
= 185 – 158
= 27
—————-
(175 x 12) : (21,4 – 7/5) = …
Cara pendekatan:
175 x 12
= (175 x 4) x 3
= 700 x 3
= 2.100
7,5 = 1,… maka 21,4 – 7/5 = kira-kira 20 2.100 dibagi sekitar 20 =

100 lebih sedikit
—————–
2.    85% – 25% + 1,25 + 3 ¼ = …
Langsung saja:
= 60% +1,25 + 3,25    (hilangkan koma/ kalikan 100) = 60 + 125 + 325
= 510    (bagi kembali dengan 100)
= 5,1    [e]
——————
TES ABSTRAKSI BERHITUNG / LOGIKA BILANGAN
———————
3.    Jika M = 0,375% dari 5,43 dan N = 5,43% dari 0,375 maka …

Hati-Hati, ini adalah jenis soal yang bisa menjebak!
Amati bahwa bilangan-bilangan yang kami beri warna sama, nilainya juga

sama.
Artinya anda bisa mengganti dengan bilangan lain yang lebih mudah

(TRIK), misalnya
Jika M = 50% dari 10 dan N = 10% dari 50 maka:
50% dari 10 = 5 dan 10% dari 50 = 5.
Apa kesimpulan anda???
Benar, ternyata M dan N adalah SAMA!    [c]
Ini juga berlaku untuk semua tipe soal yang angkanya dibolak balik

seperti itu!
Jangan sampai anda terkecoh untuk menghitung nilai dari
0,375% dari 5,43 atau N = 5,43% dari 0,375 !!! / Bagaimanapun kita

harus men gakui bahwa pembuat soal CPNS memang cukup kreatif. Sehingga

jika kelak anda menjadi peserta ujian CPNS, maka anda hendaknya menjadi

orang yang lebih kreatif…

———
4.    Jika p*q=p-q2 maka nilai dari 2*(3*(5*1)) adalah
Ini adalah tipe soal PERUBAHAN OPERASI.
Semua operasi * anda ganti sesuai dengan definisi diatas, dan anda juga

harus ingat ATURAN DASAR ARITMETIKA yang telah kami jelaskan sebelumnya

bahwa operasi tanda kurung harus didahulukan, sehingga:
2*(3*(5*1)) = 2 * ( 3 * (5-12) )
= 2 * ( 3 * 4 )
= 2 * ( 3 – 42 )
= 2 * (-13)
= 2 – ( -13)2
= 2 -169
= -167    [b]
5.    Jika Z=5788 – 5787 dan A=5787 maka …
Sekali lagi JANGAN BINGUNG! Gunakan trik yang sama dengan soal

sebelumnya, yaitu anda bisa mengganti dengan bilangan lain yang lebih

mudah!
Misalnya 5788=103 dan 5787= 102. Sehingga soal menjadi Jika Z=103 – 102

dan A=102, maka… maka… maka… Maka anda dengan MUDAH bisa

menjawabnya, Z=1000-100=900 dan A=100, maka Z > A [b]
Perhatia n!
Dalam menggunakan TRIK
“mengganti dengan bilangan lain yang lebih mudah“, anda harus

memperhatikan beberapa hal sbb:
•    ¾ Yang ditanyakan dalam soal tersebut adalah LOGIKA atau sebuah

kesimpulan (biasanya berupa perbandingan) dan bukan suatu operasi yang

hasil akhirnya adalah bilangan. Misalnya A=5,456 dan B=5,78 maka A x B

adalah… Dalam soal seperti ini, A dan B TIDAK BOLEH anda ganti!
•    ¾ Jika anda mengganti, maka harus proporsional. Misalnya pada

pembahasan diatas pangkatnya adalah 88 dan 87, maka bila anda

mengganti, gantilah dengan angka yang berselisih 1 misalnya 3 dan 2.
•    ¾ Jangan menggunakan angka yang terlalu kecil, seperti 0, 1,

dsb! Meskipun mudah, tapi kemungkinan untuk salah
————-
Kami ajari Cara Termudah mencari Rumus Deret Aritmatika sbb:
4,7,10,… selalu ditambah 3 artinya b=3.
Maka pasti rumus deretnya berbunyi:    3n+c
Kita tinggal memasukan nilai n=1 dan menyamakan nilainya dengan Suku

Awal deret tersebut.
Suku Awal = 4
4 = 3n+c
n=1 Æ 4=3+c Æ c=1
maka Rumus = 3n+1
Yang ditanyakan suku ke-16, maka masukkan nilai n=16 Suku ke-16 =

3.(16) + 1
= 18 + 1 = 49 [b]
Anda juga bisa menggunakan cara Manual dengan cara menambah 3 terus

menerus sbb:
Suku ke-1    =    4
Suku ke-2    =    7
Suku ke-3    =    10
Suku ke-4    =    13
Suku ke-5    =    16
Suku ke-6    =    29
Suku ke-7    =    22
Suku ke-8    =    25
Suku ke-9    =    28
Suku ke-10    =    31
Suku ke-11    =    34
Suku ke-12    =    37
Suku ke-13    =    40
Suku ke-14    =    43
Suku ke-15    =    46
Suku ke-16    =    49

Ini masih lumayan karena yang ditanyakan hanya suku ke-16. Bayangkan

jika yang ditanyakan adalah suku ke 87 !!! Maka sesungguhnya cara

Manual adalah cara yang TIDAK EFEKTIF! // Maka “Don’t Try
———-
TES LOGIKA KUANTITATIF (PENALARAN)
—————
Ingat bahwa ini adalah Tes Logika. Jadi gunakan Logika jangan gunakan

perasaan anda! Analisa suatu masalah apakah logis/ masuk akal atau

tidak! Trik yang paling banyak digunakan adalah menggambar/ membuat

sketsa.
Cepat
Yang suka keduanya
= Jumlah yang suka salah satu – Total personel = (27+22) – 30
= 49 – 30 = 19 siswa    [e]
Catatan:
Jika disebutkan ada yang tidak suka keduanya, maka dimasukkan sebagai

pengurang.
Misalkan    Suka Basket    =    27
Suka Sepak bola    =    22
Tidak suka keduanya    =    5
Total siswa    =    30
Maka yang suka keduanya = (27+22) – 30 – 5 = 14
———
Cara biasa (Diagram Venn): 30 = (27-x) + x + (22-x) 30 = 27-x+x+22-x
30 = 49-x
x = 49-30
= 19
Silahkan praktekkan untuk soal lain yang bervariasi!
———
3.    Gunakan Logika anda!
Harga jual 80 ribu dan memperoleh laba 25%. Maka kesimpulannya harga

belinya pasti lebih kecil dari harga jual! Artinya carilah jawaban yang

nilainya sedikit lebih kecil/ selisihnya tidak terlalu jauh dari 80

ribu!
Jawaban yang paling mendekati adalah 64 ribu.    [e]
Harga Beli== 100%/(100%+25%) x 80.000 = 4/5 x 80.000
= 64.000
————————————-
TES PENARIKAN KESIMPULAN (SILOGISME)
—————
Dalam soal-soal SILOGISME sering dijumpai kata-kata
sementara atau semua. Jika anda menemui kata:
Sementara/ sebagian/ beberapa/ ada/ mungkin semua, maka artinya adalah

TIDAK SEMUANYA atau MINIMAL SATU ANGGOTA.
(jika dalam gambar, gunakan 2 tanda panah).
Semua/ setiap, artinya adalah SELURUH ANGGOTA TANPA KECUALI.
(jika dalam gambar, gunakan 1 panah saja).
Semua karyawan harus hadir dalam rapat rutin.
(artinya SELURUH karyawan hadir dalam rapat, maka diberi 1 tanda

panah).
Sementara office boy adalah karyawan.
(artinya TIDAK SEMUA adalah karyawan, maka diberi 2 tanda panah, yaitu

karyawan dan bukan karyawan).
Tinggal lihat pilihan jawaban, maka yang sesuai gambar adalah
Sementara peserta rapat rutin adalah office boy.    [c]
———-
5.    Tips: ambillah kesimpulan dari setiap kalimat.
Ketika ayah dan ibu Hermawan menikah, masing-masing telah memiliki

seorang anak.
Æ berarti Hermawan memiliki 2 kakak tiri.
Hermawan lahir persis setahun setelah perkawinan tersebut, dan memiliki

4 saudara.
——–
Kalimat yang salah, berarti yang benar adalah INGKARAN atau lawannya.

Lawan SEMUA adalah BEBERAPA/ SEMENTARA. Perhatikan:
Kalimat    Semua A adalah B
Ingkaran-nya adalah    Beberapa A adalah bukan B.
Kalimat    Beberapa A adalah B
Ingkaran-nya adalah    Semua A adalah bukan B.
Semua Dokter adalah laki-laki
Ingkaran-nya:    Beberapa dokter adalah bukan laki-laki. [c] “Bukan

laki-laki, tidak selalu bermakna perempuan.
Bisa saja bukan perempuan, tapi … -”
———–
7.    Di awal pembahasan, anda telah kami beri tips untuk menggambar

dengan tujuan agar anda tidak menjadi bingung dengan kalimat-kalimat

logika yang diberikan. Tetapi jika anda menemui soal yang anda rasa

cukup sederhana, maka anda tidak harus menggambar terlebih dahulu!
Sekarang, mari kita coba mengerjakan soal ini dengan metode langsung.

Ingat, kalimat yang tidak didahului oleh kata semua/ beberapa maka

maksudnya adalah SEMUA.
Merpati terbang ke utara.
Merpati adalah burung.
a.    Beberapa burung terbang ke utara. (benar)
Merpati adalah bagian dari burung yang terbang ke utara.
b.    Semua burung adalah merpati. (salah)
Semua merpati adalah burung, tapi tidak semua burung adalah merpati…

– (belum tentu berlaku sebaliknya!)
c.    Tidak setiap merpati yang terbang ke utara adalah burung.

(salah), semua merpati adalah burung, terbang kemanapun tetap menjadi

burung, tidak menjadi ayam/ bebek…
d.    Burung bukan merpati. (salah)
Semua burung bukan merpati adalah salah, karena merpati adalah burung.
e.    Tidak semua burung merpati terbang ke utara. (salah) Merpati

terbang ke utara.
————-

Tentang afing

Pecinta Blog sebagai bahan untuk berbagi ilmu, pengalaman dan juga untuk menambah teman.
Pos ini dipublikasikan di Komputer. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s